5 Kabupaten Di Sulsel Dapat Anggaran APBN Fantastik 1,23 Triun, Untuk Pembangunan SR, Warga Minta Pengawasan Ketat

LNI NEWS SULSEL, – Program pembangunan Sekolah Rakyat (SR)  di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan total anggaran Rp1,23  triliun menjadi sorotan publik. Proyek tersebut tersebar di 5 kabupaten dengan nilai masing-masing Rp200  miliar lebih, dan dimenangkan oleh Perusahaan   BUMN Waskita Rabu (20/05/2026)Lima kabupaten yang menjadi lokasi proyek adalah *Soppeng, Barru, Sidrap, Wajo, dan Tanah Toraja*. Berdasarkan data yang dihimpun, alokasi anggaran untuk Kabupaten Barru tercatat sebesar Rp246, 55 millyar.

Sehingga besarnya nilai anggaran membuat warga dan pemerhati pembangunan mendesak pengawasan ketat agar pelaksanaan proyek berjalan transparan dan sesuai aturan Kabupaten Barru Begitupun di kabupaten Lainnya.

“Kami minta Polda Sulsel melalui Dirkrimsus, Kejati Sulsel, KPK, dan Mabes Polri ikut mengawasi proyek ini. Anggarannya fantastis, jadi harus dipastikan tidak ada penyimpangan,” ujar salah satu warga yang memantau proyek tersebut.

Masyarakat berharap seluruh tahapan proyek mulai dari lelang, pelaksanaan konstruksi, hingga serah terima diawasi secara terbuka. Keterlibatan inspektorat daerah, DPRD, dan partisipasi publik dinilai penting untuk mencegah potensi penyalahgunaan anggaran.

Hasil pantauan kami di lapangan Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan 1 resmi berjalan di 5 kabupaten dengan total nilai kontrak Rp1.230.071.717.000. Proyek ini dikerjakan oleh KSO PT. Waskita Karya – PT. FYP Karya Perdana di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Berdasarkan

Berdasarkan papan informasi proyek, 5 kabupaten penerima program adalah:

1. *Kab. Tana Toraja* – Rp241,32 miliar
2. *Kab. Sidenreng Rappang* – Rp252,10 miliar
3. *Kab. Wajo* – Rp246,68 miliar
4. *Kab. Soppeng* – Rp243,40 miliar
5. *Kab. Barru* – Rp246,55 miliar

Proyek dimulai 17 November 2025 dengan waktu pelaksanaan 240 hari kalender dan masa pemeliharaan 180 hari. Sumber dana berasal dari APBN Tahun Anggaran 2025/2026.

Foto dokumentasi di lapangan menunjukkan gapura proyek, pagar proyek berlogo PUPR, Waskita, dan FYP, serta bangunan fisik yang sudah mulai berdiri. Konsultan pengawas untuk proyek ini adalah PT. Agrinas Pangan Nusantara – PT. Antariksa Globalindo KSO.

Program Sekolah Rakyat merupakan sekolah berasrama gratis yang menyasar siswa kurang mampu. Setiap lokasi akan dilengkapi fasilitas SD, SMP, SMA, asrama, masjid, dan gedung serbaguna.

Masyarakat diharapkan ikut mengawasi pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai kontrak dan tepat waktu agar tidak terjadi KKN.

Media ini akan terus memantau  proyek  ini sampai tuntas agar pelaksanaannya berjalan lancar.

Laporan : Sultan Bakri M

Pos terkait