Dari Bone Menuju Panggung Global, UNIASMAN Perkuat Internasionalisasi Kampus Lewat Seminar Internasional

BONE LNI NEWS 22 Agustus 2026—
Universitas Andi Sudirman (UNIASMAN) kembali menunjukkan langkah konkret dalam membangun perguruan tinggi yang berdaya saing. Kali ini, UNIASMAN menghadirkan akademisi dari Malaysia dan India dalam Seminar Internasional yang digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sebagai bagian dari penguatan budaya akademik dan internasionalisasi kampus menuju Akreditasi Unggul.

Mengangkat tema “The Intersection of Islamic Law and International Humanitarian Law in Armed Conflicts” atau “Persinggungan antara Hukum Islam dan Hukum Humaniter Internasional dalam Konflik Bersenjata”, seminar ini mempertemukan pemikiran akademik lintas negara dalam membahas persoalan hukum dan kemanusiaan yang semakin relevan dengan perkembangan dunia kontemporer.

Narasumber internasional yang hadir di antaranya Prof. Dr. Salawati Binti Mat Basir dari Malaysia dan Associate Prof. Dr. K.J. Varghese, M.A., Ph.D., B.Ed. dari India.

Kehadiran akademisi luar negeri tersebut menjadi bukti bahwa UNIASMAN terus membuka ruang bagi pertukaran keilmuan secara global sekaligus memperluas jejaring akademik di luar Indonesia.

Seminar Internasional Jadi Bagian Transformasi UNIASMAN

Bagi UNIASMAN, penyelenggaraan seminar internasional tidak semata menjadi agenda seremonial. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan institusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas jejaring kerja sama serta membangun atmosfer akademik yang semakin terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan internasional.

Transformasi perguruan tinggi menuju kualitas unggul membutuhkan proses yang konsisten dan terukur.

Tidak hanya melalui pembenahan tata kelola dan administrasi kelembagaan, tetapi juga melalui peningkatan kualitas dosen, mahasiswa, penelitian, pengabdian masyarakat, publikasi ilmiah, kerja sama serta kegiatan akademik yang memiliki dimensi nasional dan internasional.

Dalam konteks itulah seminar internasional ini memiliki nilai strategis.

UNIASMAN ingin memastikan bahwa mahasiswa dan dosennya mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan akademisi dari luar negeri, mendiskusikan isu global, serta memahami berbagai perkembangan hukum dari perspektif yang lebih luas.

Dari Kampus Daerah, Membangun Jejaring Internasional

Berada di Kabupaten Bone tidak menjadi penghalang bagi UNIASMAN untuk membangun jejaring akademik internasional.

Sebaliknya, perkembangan teknologi, komunikasi dan kolaborasi pendidikan membuka peluang bagi perguruan tinggi di daerah untuk hadir dalam ruang akademik global.

Melalui kegiatan ini, UNIASMAN memperlihatkan bahwa kampus di daerah juga dapat menghadirkan narasumber internasional, membangun diskursus keilmuan lintas negara serta menciptakan ruang akademik yang berkualitas bagi mahasiswa.

Kegiatan internasional seperti ini diharapkan tidak berhenti pada seminar, tetapi dapat berkembang menjadi berbagai bentuk kolaborasi lanjutan, baik melalui penelitian bersama, publikasi ilmiah, kuliah tamu, pertukaran akademik maupun kerja sama kelembagaan.

Langkah tersebut menjadi penting dalam membangun reputasi institusi sekaligus meningkatkan pengalaman akademik mahasiswa.

Isu Kemanusiaan Menjadi Perhatian Bersama

Tema seminar yang mempertemukan Hukum Islam dan Hukum Humaniter Internasional juga memiliki relevansi kuat terhadap berbagai konflik bersenjata yang masih terjadi di sejumlah kawasan dunia.

Dalam konflik bersenjata, persoalan perlindungan masyarakat sipil, perempuan dan anak, tawanan perang, fasilitas kesehatan serta pembatasan penggunaan kekuatan menjadi isu penting yang terus diperbincangkan.

Hukum Humaniter Internasional memiliki seperangkat prinsip yang mengatur pembatasan dalam peperangan. Di sisi lain, tradisi hukum Islam juga mengenal konsep dan prinsip mengenai etika peperangan melalui kajian siyar.

Pertemuan kedua perspektif tersebut membuka ruang diskusi akademik yang menarik, khususnya mengenai prinsip kemanusiaan, keseimbangan, proporsionalitas, perlindungan nonkombatan serta pembatasan tindakan dalam situasi konflik bersenjata.

Karena itu, seminar ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga mengajak peserta memahami bahwa nilai kemanusiaan merupakan persoalan universal yang melampaui batas negara, agama dan sistem hukum.

Membangun Atmosfer Akademik Menuju Unggul

Penyelenggaraan seminar internasional menjadi salah satu bentuk penguatan atmosfer akademik yang terus dikembangkan Universitas Andi Sudirman.

UNIASMAN menyadari bahwa Akreditasi Unggul merupakan hasil dari budaya mutu yang dibangun secara berkelanjutan, bukan semata-mata target administratif.

Karena itu, berbagai kegiatan akademik yang melibatkan mahasiswa, dosen, praktisi maupun akademisi internasional terus didorong sebagai bagian dari proses peningkatan kualitas institusi.

Kegiatan seperti seminar internasional juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk meningkatkan keberanian berdiskusi, kemampuan berpikir kritis serta wawasan mengenai isu-isu global.

Sementara bagi dosen, forum internasional dapat menjadi titik awal lahirnya penelitian dan kolaborasi akademik lintas negara.

UNIASMAN Terus Bergerak

Seminar internasional ini menjadi satu dari berbagai langkah yang terus ditempuh Universitas Andi Sudirman dalam memperkuat kualitas institusi.

UNIASMAN ingin berkembang sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya dikenal di Kabupaten Bone, tetapi memiliki jejaring akademik yang semakin luas serta mampu berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan.

Kehadiran akademisi dari Malaysia dan India menjadi simbol bahwa gerbang menuju kolaborasi internasional semakin terbuka.

Dari Bone, UNIASMAN terus bergerak.

Membangun mutu, memperluas jejaring, memperkuat internasionalisasi, dan menapaki jalan menuju Akreditasi Unggul.

UNIASMAN: Dari Bone, Berjejaring Global, Menuju Unggul.

Pos terkait