Ketua Pengelola KIP UNIASMAN Tegaskan Isu Lama Telah Diverifikasi Tim Monev LLDIKTI

LNI NEWS, BONE — Ketua Pengelola Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Universitas Andi Sudirman (UNIASMAN), Ilham Hasanuddin, S.H., M.H., menanggapi pemberitaan mengenai pengelolaan KIP Kuliah yang kembali muncul di sejumlah media online. Ia menegaskan bahwa persoalan yang diberitakan merupakan isu lama yang, menurut keterangannya, telah diverifikasi oleh tim monitoring dan evaluasi (monev) Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI).

“Isu terkait KIP yang kembali diberitakan tersebut merupakan isu lama. Persoalan itu pada dasarnya telah diverifikasi oleh tim monev LLDIKTI. Karena itu, pemberitaan perlu menyertakan konteks dan perkembangan penanganannya agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh,” ujar Ilham.

Ia menyatakan bahwa sejauh ini pengelolaan KIP Kuliah di UNIASMAN telah berjalan dengan baik dan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurutnya, penilaian terhadap pengelolaan program perlu didasarkan pada data serta pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Selaku Ketua Pengelola KIP UNIASMAN, saya menegaskan bahwa sejauh ini program tersebut telah dikelola dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila terdapat informasi yang dipersoalkan, substansinya perlu diperjelas dan dikonfirmasi agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru,” tegasnya.

Ilham menilai pemberitaan kembali mengenai persoalan lama perlu menjelaskan waktu kejadian, pokok persoalan, serta proses verifikasi yang telah dilakukan. Dengan demikian, pembaca dapat memahami apakah informasi yang disajikan merupakan perkembangan baru atau pengulangan persoalan sebelumnya.

Ia juga meminta media memberikan ruang yang proporsional bagi penjelasan pihak universitas. Menurutnya, pemberitaan mengenai pengelolaan beasiswa menyangkut kepentingan mahasiswa dan kepercayaan masyarakat sehingga membutuhkan ketelitian dalam memeriksa informasi.

“Kami menghormati peran pers dalam melakukan pengawasan dan hak mahasiswa untuk menyampaikan kritik. Kami berharap setiap pemberitaan menguji informasi secara cermat serta memuat penjelasan pihak terkait secara berimbang,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ilham mengajak masyarakat menjadi pembaca yang cerdas dan kritis ketika menerima informasi dari media online. Ia mengingatkan agar pembaca tidak berhenti pada judul, tetapi membaca keseluruhan isi berita, memperhatikan tanggal publikasi, memeriksa sumber keterangan, serta melihat apakah tanggapan pihak yang diberitakan turut disajikan.

“Masyarakat perlu cermat memilih portal media online yang menyajikan berita berimbang dan proporsional. Perhatikan kejelasan sumber, identitas redaksi, dan kesediaan media memuat klarifikasi maupun koreksi. Informasi yang lengkap membantu kita menilai suatu persoalan dengan lebih adil,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sikap kritis pembaca juga perlu diterapkan terhadap klarifikasi yang disampaikan pihak kampus. Setiap keterangan, menurutnya, harus dapat diperiksa berdasarkan data dan konteksnya agar masyarakat memperoleh pemahaman yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami mengajak masyarakat menilai persoalan ini secara objektif. Baca informasi secara utuh, periksa sumbernya, dan pertimbangkan penjelasan semua pihak sebelum menarik kesimpulan atau membagikan berita,” tutup Ilham.(*)

Pos terkait