Lsm Latenritatta Sorot P3-TGAI Siwaroe Desa Kajaolaliddong, Anggaran Tak Tertulis di Batu Prasasti

LNI NEWS.COM BONE – Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Siwaroe Tahun Anggaran 2026 di Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menuai sorotan.

Program yang semestinya menjadi salah satu upaya memperkuat infrastruktur irigasi dan mendukung produktivitas masyarakat tani tersebut kini dipertanyakan dari sisi keterbukaan informasi anggaran.

Sorotan datang dari Lsm Latenritatta yang mempertanyakan mengapa nilai anggaran kegiatan tidak dicantumkan pada batu prasasti di lokasi pembangunan.

Ketua Umum Lsm Latenritatta Mukhawas Rasyid .SH. MH menilai informasi mengenai besaran anggaran merupakan bagian penting dari transparansi, terlebih kegiatan tersebut menggunakan dana pemerintah.
“Seharusnya jumlah anggaran yang digunakan untuk pembangunan dicantumkan di lokasi, sehingga masyarakat dapat mengetahui berapa dana yang dialokasikan dan bagaimana penggunaannya,” ujarnya

Menurut Mukhawas , pemasangan batu prasasti bukan sekadar formalitas proyek. Informasi yang terpampang di lokasi semestinya dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengetahui identitas kegiatan, sumber pembiayaan, hingga nilai anggaran yang digunakan.

Jangan Sampai Publik Hanya Melihat Bangunan, Tapi Gelap Soal Anggaran
Sorotan tersebut menjadi penting karena masyarakat, khususnya petani sebagai penerima manfaat, memiliki kepentingan untuk mengetahui bagaimana uang negara digunakan dalam pembangunan jaringan irigasi.

Jika informasi anggaran tidak tersedia secara terbuka di lokasi, ruang pertanyaan publik pun terbuka lebar: berapa nilai pekerjaan sebenarnya, dari mana sumber dananya, siapa pelaksananya, dan bagaimana realisasi penggunaannya?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukan tuduhan. Justru sebaliknya, keterbukaan informasi diperlukan agar pelaksanaan program pemerintah tidak berhenti pada selesainya bangunan secara fisik, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan keuangan. Tutur Advokad tersebut

Mukhawas yang juga pimpinan Media Latenritatta News.Com meminta pihak terkait memberikan penjelasan secara terbuka mengenai nilai anggaran dan pelaksanaan P3-TGAI Siwaroe yang ada didesa Kajaolaliddong Lacamatan Barwbbo tersebut.

Sebab, ketika dana yang digunakan bersumber dari anggaran pemerintah, masyarakat bukan sekadar penonton pembangunan. Publik memiliki hak untuk mengetahui dan mengawasi penggunaannya.
Transparansi Jangan Sekadar Slogan
Program yang menyentuh kepentingan petani semestinya dibarengi dengan keterbukaan yang memadai. Jangan sampai masyarakat hanya disuguhi hasil pekerjaan di lapangan, sementara informasi mengenai berapa besar uang negara yang dibelanjakan justru menjadi tanda tanya.
Kini bola berada di tangan pihak pelaksana dan instansi terkait. Penjelasan mengenai nilai anggaran, sumber dana, serta mekanisme pelaksanaan kegiatan diharapkan dapat diberikan secara terbuka sehingga polemik tidak berkembang menjadi kecurigaan di tengah masyarakat.
Pada akhirnya, transparansi bukan sesuatu yang perlu ditakuti jika seluruh proses pelaksanaan program telah berjalan sesuai ketentuan. Justru keterbukaan dapat menjadi bukti bahwa setiap rupiah anggaran negara benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. kuncinya dalam Mengakhiri Pembicaraannya (tim)

Pos terkait